Bab 3 mengajak siswa memahami dan menggunakan berbagai alat (tools) TIK untuk membuat dokumen yang berisi teks, data, gambar, serta menyajikannya dalam bentuk laporan atau presentasi, serta memahami media online seperti blog dan vlog. mtsbbsmalang.sch.id+3fliphtml5.com+3Portal Edukasi+3
Berikut poin‐utama dari bab ini:
Integrasi Konten Aplikasi Perkantoran
Materi diawali dengan pengenalan aplikasi‐perkantoran (office suite) yang biasa digunakan di berbagai lingkungan kerja: pengolah kata (word processor), pengolah lembar kerja (spreadsheet), dan aplikasi presentasi.
Portal Edukasi+1Siswa diajak untuk memahami bahwa sebuah dokumen bukan selalu hanya berupa teks, tetapi dapat berisi gambar, tabel, grafik, data, dan kadang dihasilkan dari beberapa aplikasi yang berbeda. Buku menekankan kemampuan
mengintegrasikan konten dari satu aplikasi ke aplikasi lain (misalnya tabel dari spreadsheet ke dokumen, atau grafik ke presentasi).
fliphtml5.com+1Contohnya: ketika membuat laporan menggunakan aplikasi pengolah kata, kita bisa menyisipkan grafik yang dibuat di spreadsheet, atau ketika membuat presentasi, kita bisa menambahkan hasil kerja dari pengolah gambar. Pemilihan aplikasi yang paling efisien dan sesuai dengan tujuan juga menjadi bagian dari materi — yaitu memahami “aplikasi paling tepat untuk tugas tertentu”.
fliphtml5.com+1Dengan memahami hal ini, siswa diharapkan mampu menghasilkan dokumen yang menarik, efektif dan tepat guna dalam konteks sekolah ataupun kehidupan sehari-hari.
Blog
Selanjutnya, bab ini memperkenalkan blog sebagai salah satu media komunikasi digital yang populer. Blog dipahami sebagai “catatan harian atau jurnal di internet” yang bisa diakses oleh siapa saja.
Portal EdukasiSiswa belajar bagaimana membuat blog, misalnya menggunakan platform seperti Blogger atau WordPress, serta memahami karakteristik blog (contoh: tampilan linimasa, konten yang di‐update) dan bagaimana menyajikan konten yang baik.
Portal EdukasiMateri juga menekankan aspek pengaturan tampilan dan struktur blog, pemilihan URL, serta bagaimana memilih konten yang sesuai untuk blog (misalnya tulisan, gambar, video) sehingga bisa menjadi sarana komunikasi atau publikasi yang efektif.
Vlog
Bagian terakhir dari bab ini membahas Vlog (video blog) — yaitu pembuatan konten video sebagai media komunikasi kreatif. Siswa diajak memahami langkah‐langkah dalam membuat vlog: perencanaan, perekaman, editing, dan publikasi. Contoh aspek yang dibahas: posisi kamera, pencahayaan, stabilitas, kualitas audio, dan kemudian aplikasi editing dan platform unggah.
Portal EdukasiVlog sebagai media visual memberikan tantangan tambahan dibanding blog: selain konten tertulis dan gambar, siswa harus mempertimbangkan elemen audio‐visual, durasi video, penyuntingan, dan kemudahan akses bagi pemirsa. Dengan mampu membuat vlog yang baik, siswa punya media untuk menyampaikan ide atau informasi secara lebih dinamis.
Hubungan dan Manfaat
Bab 3 ini penting karena menghubungkan kemampuan teknis (memakai aplikasi) dengan komunikasi digital yang relevan di era sekarang. Siswa tidak hanya belajar “cara memakai aplikasi”, tetapi mengerti mengapa memilih aplikasi tertentu dan bagaimana mengkombinasinya untuk menyampaikan ide secara optimal.
Kemampuan membuat blog dan vlog juga membekali siswa menjadi komunikator digital: bisa membuat konten yang bisa dibaca atau ditonton orang lain, berbagi informasi, atau bahkan membuat karya sendiri.
Dalam konteks era digital, literasi TIK seperti ini sangat bermanfaat — untuk sekolah, untuk proyek pribadi, dan juga sebagai bekal masa depan dimana komunikasi dan kolaborasi digital semakin penting.
Kesimpulan
Singkatnya, Bab 3 materi “Teknologi Informasi dan Komunikasi” mengajarkan siswa kelas IX untuk:
-
Memahami dan menggunakan aplikasi perkantoran secara integratif untuk membuat dokumen yang menggabungkan teks, data, gambar;
-
Membuat dan mengelola blog sebagai media komunikasi tertulis daring;
-
Membuat vlog sebagai media komunikasi audio‐visual yang kreatif;
-
Memilih tools yang tepat sesuai tugas dan tujuan penyajian konten;
-
Meningkatkan literasi digital dan komunikatif dengan media digital secara mandiri dan kreatif.
Dengan menguasai materi ini, siswa menjadi lebih siap untuk membangun dan menyampaikan ide secara digital—baik melalui dokumen, blog maupun vlog—yang merupakan keterampilan sangat relevan di zaman sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar